Saat Qodhoyah..
Tanyakan pada mereka bagaimana aku seperti bertopeng menjadi
orang yang paling ceria.
Mereka menangis sampai sesenggukan bagai tak kuasa lagi
untuk menegakkan kepala.
“Mba, gimana ya caranya biar disiplin...”
“Mba, aku ngerasa berat ngerjain amanah ini...”
“Mba, orangtua protes karna aku ga pernah di rumah...”
***
Menutup mata menghayati rasa
penat untuk mendorong otak berpikir lebih keras lagi menemukan jalan keluar,
itulah gayaku. Kenapa ya?
Aku menyukai setiap proses
mempelajari watak seseorang. Cara berjalan, sepatu yang dipakainya, klub bola
kesukaannya, bahasa smsnya, bahkan logat bicaraku mudah berubah menjadi seperti
logat mereka. Dan aku menghafal mereka dari postur tubuh mereka. Bukan dari
nama, hehe. Ini lebih memudahkan, menurutku. Karena aku mampu mengetahui siapa
dia yang sedang berjalan 10 m jauhnya di depanku. Jangan anggap ini aneh dulu.
Anda tidak tahu kan, pernah seorang kawan berkata padaku seperti ini, “ Wulan
maaf ya aku ga nyadar itu kamu, soalnya hari ini tas kamu beda kayak biasanya.
Tas kamu baru ya? “. Dia menghafal seseorang dari tas yang dipakainya.
Ini menyenangkan ketika dalam
menghadapi situsi unmood mereka, aku
memiliki banyak jalan pintas untuk menyesuaikan diri.
Dan aku paling sulit menghadapi
pribadi ku yang hobi dengan aksi walk out.
Hehe. Seperti hari ini. hehe.
Itu solusi paling menyusahkan,
sebenarnya.
Menyelesaikan masalah dengan
masalah.
Itulah bagaimana aku jujur menyatakan
kekecewaan, pergi dari ruangan, mencari pojokan dan menyakiti diri dengan
menahan tangis.
Mengatakan kekuranganmu adalah
hal yang paling sulit, saudariku..
Aku terlalu mengingat bagaimana
indahnya seorang sahabat rosul yang dihadiahi syurga karena kata-kata dan
sikapnya tidak pernah menyakiti hati..
Menyenangkan sekali saat-saat
menjadi pendengar..
Saat qodhoyah..
Love you ‘coz Allah,
-Wulan-

0 komentar:
Posting Komentar