Minggu, 24 November 2013

Yuk Liqo



Liqo - Mentoring
Saat Liqo,
Saat Qodhoyah..
Tanyakan pada mereka bagaimana aku seperti bertopeng menjadi orang yang paling ceria.
Mereka menangis sampai sesenggukan bagai tak kuasa lagi untuk menegakkan kepala.
“Mba, gimana ya caranya biar disiplin...”
“Mba, aku ngerasa berat ngerjain amanah ini...”
“Mba, orangtua protes karna aku ga pernah di rumah...”
***
Menutup mata menghayati rasa penat untuk mendorong otak berpikir lebih keras lagi menemukan jalan keluar, itulah gayaku. Kenapa ya?
Aku menyukai setiap proses mempelajari watak seseorang. Cara berjalan, sepatu yang dipakainya, klub bola kesukaannya, bahasa smsnya, bahkan logat bicaraku mudah berubah menjadi seperti logat mereka. Dan aku menghafal mereka dari postur tubuh mereka. Bukan dari nama, hehe. Ini lebih memudahkan, menurutku. Karena aku mampu mengetahui siapa dia yang sedang berjalan 10 m jauhnya di depanku. Jangan anggap ini aneh dulu. Anda tidak tahu kan, pernah seorang kawan berkata padaku seperti ini, “ Wulan maaf ya aku ga nyadar itu kamu, soalnya hari ini tas kamu beda kayak biasanya. Tas kamu baru ya? “. Dia menghafal seseorang dari tas yang dipakainya.
Ini menyenangkan ketika dalam menghadapi situsi unmood mereka, aku memiliki banyak jalan pintas untuk menyesuaikan diri.
Dan aku paling sulit menghadapi pribadi ku yang hobi dengan aksi walk out.
Hehe. Seperti hari ini. hehe.
Itu solusi paling menyusahkan, sebenarnya.
Menyelesaikan masalah dengan masalah.
Itulah bagaimana aku jujur menyatakan kekecewaan, pergi dari ruangan, mencari pojokan dan menyakiti diri dengan menahan tangis.
Mengatakan kekuranganmu adalah hal yang paling sulit, saudariku..
Aku terlalu mengingat bagaimana indahnya seorang sahabat rosul yang dihadiahi syurga karena kata-kata dan sikapnya tidak pernah menyakiti hati..
Menyenangkan sekali saat-saat menjadi pendengar..
Saat qodhoyah..
Love you ‘coz Allah,
-Wulan-

0 komentar:

Posting Komentar