![]() |
| Berbuat Baik : Kapanpun, Dimanapun |
Kebaikan itu,
Aku melihat itu dengan mata kepalaku sendiri.
Seorang bapak mengerem motornya mendadak,
Membuatku jengkel dan lebih menjengkelkan lagi
ia
merentangkan tangan kanannya,
mempersilahkan
seorang bapak yang umurnya lebih tua
untuk
lewat terlebih dahulu
untuk
menyebrang jalanan aspal sibuk tanpa zebra cross
di
lampu merah Perum Tamara Duta,
dimana
rumah kontrakanku berada
Kebaikan itu,
Aku melihat itu dengan mata kepalaku sendiri.
Seorang kakek bertas punggung sebuah karung.
Yang berdiri membungkuk pada sebuah tempat
penuh sisa rumah tangga
Yang aku berjalan menujunya sambil berpayung
Di bawah gerimis Kelurahan Tegal Gundil Kota Hujan
tas
berat yang menghalangiku
oh
bukan,
imanku
saja yang mungkin tak cukup
untuk
membongkar isi tas yang tak rapi
mengambil
dompet untuk aku keluarkan selembar uang warna biru tua
jantung
bepacu
tapi
aku masih mampu
melewati ia tanpa tangan di atas
dan menolehkan kepala menyesal
kemudian melihat sebuah mobil
berhenti
tepat di samping ia yang mengais
tepat di samping ia yang mengais
kaca jendela yang turun
dan tangan itu di atas
tapi bukan tanganku
Kebaikan itu,
Aku melihat itu dengan mata kepalaku sendiri.
Seorang ibu membuka plastik makanan ringan
Di sepinya kereta terakhir menuju Jatinegara
makanan
ringan yang sama,
seperti
yang aku sukai hingga beranjak umur dewasa ini
yang
menggodaku untuk melirik ke arah suara plastik dibuka itu.
kemudian
tangannya pula melambaikan diri
memberi
kode disertai suara panggilan
kepada
seorang pemuda cleaning service untuk mendekat
kemudian
sang ibu menyerahkan sebungkus plastik hitam
“Pilih
aja mau chiki apa roti,”
dan
dilanjutkan, “Semuanya ambil”
tak
mampu aku menebak usia pemuda itu,
yang
berterimakasih sembari tersenyum.
yang
membuat kesima aku yang duduk berpangku netbook,
mengganti
begitu saja lembaran baru Microsoft Word,
-dari
sebelumnya lembaran aturan KPR KAMMI Daerah Bogor-
menjadi
paragraf sederhana penuh irama :
takbir,
tasbih, tahmid yang menyatu...

0 komentar:
Posting Komentar