Kamis, 11 Juni 2015

Apa itu Kebaikan?

Berbuat Baik : Kapanpun, Dimanapun

Kebaikan itu,
Aku melihat itu dengan mata kepalaku sendiri.
Seorang bapak mengerem motornya mendadak,
Membuatku jengkel dan lebih menjengkelkan lagi
                ia merentangkan tangan kanannya,
                mempersilahkan seorang bapak yang umurnya lebih tua
                untuk lewat terlebih dahulu
                untuk menyebrang jalanan aspal sibuk tanpa zebra cross
                di lampu merah Perum Tamara Duta,
                dimana rumah kontrakanku berada
Kebaikan itu,
Aku melihat itu dengan mata kepalaku sendiri.
Seorang kakek bertas punggung sebuah karung.
Yang berdiri membungkuk pada sebuah tempat penuh sisa rumah tangga
Yang aku berjalan menujunya sambil berpayung
Di bawah gerimis Kelurahan Tegal Gundil Kota Hujan
                tas berat yang menghalangiku
                oh bukan,
                imanku saja yang mungkin tak cukup
                untuk membongkar isi tas yang tak rapi
                mengambil dompet untuk aku keluarkan selembar uang warna biru tua
                jantung bepacu
                tapi aku masih mampu
                melewati ia tanpa tangan di atas
                dan menolehkan kepala menyesal
                kemudian melihat sebuah mobil berhenti
                tepat di samping ia yang mengais
                kaca jendela yang turun
                dan tangan itu di atas
                tapi bukan tanganku
Kebaikan itu,
Aku melihat itu dengan mata kepalaku sendiri.
Seorang ibu membuka plastik makanan ringan
Di sepinya kereta terakhir menuju Jatinegara
                makanan ringan yang sama,
                seperti yang aku sukai hingga beranjak umur dewasa ini
                yang menggodaku untuk melirik ke arah suara plastik dibuka itu.
                kemudian tangannya pula melambaikan diri
                memberi kode disertai suara panggilan
                kepada seorang pemuda cleaning service untuk mendekat
                kemudian sang ibu menyerahkan sebungkus plastik hitam
                “Pilih aja mau chiki apa roti,”
                dan dilanjutkan, “Semuanya ambil”
                tak mampu aku menebak usia pemuda itu,
                yang berterimakasih sembari tersenyum.
                yang membuat kesima aku yang duduk berpangku netbook,
                mengganti begitu saja lembaran baru Microsoft Word,
                -dari sebelumnya lembaran aturan KPR KAMMI Daerah Bogor-
                menjadi paragraf sederhana penuh irama :
                takbir, tasbih, tahmid yang menyatu...

                

0 komentar:

Posting Komentar