![]() |
| Ulang Tahun Wanita Jutek |
Pernahkah
Anda merasa bahwa telah cukup memiliki teman? Saya pernah. Mungkin sering. Tiga
tahun terakhir, ini menjadi semakin jelas dengan tanda yaitu semakin mahirnya
saya memasang wajah jutek untuk mengakhiri sebuah obrolan.
“Kakak
jurusan apa?” Tanya seseorang kala itu.
“Gizi.”
Ulangi
: “G-i-z-i-TITIK.”, kata
saya dengan wajah jutek.
Dan berakhirlah pembicaraan itu.
Jahat ya?
Saya bukan
tidak menyadari bahwa saya jutek. Totally, saya sadar. Sadar penuh sejujurnya. Cara
“jutek” itu sekedar saya gunakan sesekali ketika bertemu dalam situasi “saya
butuh konsentrasi dalam kesendirian.”. Namun entah kenapa situasi ini menjadi
sangat sering saya temui dalam hidup tiga tahun saya terakhir ini.
Seiring berjalannya
waktu, muncullah istilah “jutek” itu seperti lem yang jenis Alteco atau seperti detak jantung lirik dalam lagu “Dekat di Hati” yang selalu dibawa
kemanapun RAN pergi. Mengekor tanpa niatan untuk melakukannya. Tanpa niat bahwa
saya akan menyukai sebutan jutek, karena memang kalau saya menyukai sebutan itu
ada pada diri saya pasti saya akan berusaha untuk mendapatkan gelar tersebut.
Bagaikan pengertian
dari cool yang sering dipakai oleh
remaja gaul Amerika, jutek menjadi sesuatu yang keren. Pendapat ini bukan tidak
berdasar. Dari seluruh film bergenre western
yang saya tonton, setiap kali ada seorang aktor wanita ataupun pria dalam film
tersebut memerankan tokoh yang cool, pasti akan bersikap jutek. Cowo jutek itu cool. Cewe jutek itu juga cool.
Secara psikologi, mereka akan menimbulkan reaksi psikis yang disebut dengan “penasaran”
sehingga merangsang motorik untuk bekerja. Membuat orang-orang di sekitarnya
secara positif akan bertambah dekat, atau secara negatif akan menjauh. Itu pilihan.
Paragraf di
atas hanya sebuah cerita selingan yang mungkin bisa dijadikan referensi skripsi
Anda. Mungkin tidak juga tidak masalah. Sekali lagi, Anda harus mengenali
baik-baik bagaimana sifat jutek itu bisa jadi sesuatu yang selalu ada pada diri
seseorang. Tidak masalah karena jutek adalah pendamping sejati dari karakter
cuek. Jarang sekali orang jutek akan menjadi orang yang pertama menyapa dalam
sebuah per-sapa-an. Ialah yang selalu akan disapa. Persepsi negatif sombong
ujung-ujungnya akan diterima. Itu pilihan.
Apa yang
terjadi ketika wanita jutek yang menulis artikel ini sedang berulang tahun?
Saya begitu
terpukau dengan kalimat romantis Daniel Bruhl dalam film Rush, ketika akan
melangsungkan janji setia.
“Aku harus
memperingatkanmu. Aku tidak pandai dalam hal ini. Membawa bunga dan berpegangan
tangan. Mungkin aku akan lupa hari ulang tahunmu. Tapi jika aku harus menikah
dengan seseorang, orang itu adalah dirimu.”
Dijawab oleh
Alexandra Maria Lara,
“Astaga, kau
berpuisi!” dengan senyum yang menurut saya merupakan hasil dari sejumlah
persepsi positif dari “menerima apa adanya” dan “itulah spesialnya dirimu”
serta “aku mencintaimu, sungguh.”.
Romantis,
bukan? Bolehlah sekali lagi Anda baca dan perhatikan, disana terlalu banyak
poin dari sifat jutek yang diperankan Daniel Bruhl. Saya baru menonton film ini
sekitar lima bulan yang lalu, tetapi saya telah melakukan hal yang persis sama
dengan ucapan Daniel tersebut sejak dua setengah tahun sebelumnya. Tanggal
lahir yang benar-benar saya ingat sepanjang hari, sepanjang waktu tanpa
kesalahan berarti jika diminta untuk menyebutkannya hanyalah hari lahir ayah,
ibu, kakak, dan dua adik lelaki saya. Maafkan.
Tapi,
Oh come on… Saya memang tidak merayakan
ulang tahun.
Seperti hari
ini, sebetulnya saya sangat berhati-hati dalam bersikap ketika hukum aksi-reaksi
benar-benar adil untuk terjadi dalam kehidupan ini. Ketika kita melakukan
sesuatu kepada orang lain, maka di saat yang sama kita harus bersiap untuk
mendapat perlakuan yang sama. Seperti hari ini, tanpa mengurangi rasa syukur
dan hormat saya, sejujur-jujurnya saya tidak berharap akan banyak orang yang
mengingat peristiwa tanggal 14 Juni pada dua puluh satu tahun yang lalu. Akui saja,
Anda yang tahu karena reminder dari Facebook bukan?
“Hehe,” kata si hati dengan senyum licik.
Namun inilah
yang terjadi. Do’a itu mengalir, dengan penerimaan malu-malu si hati. Bahwa mengingat
dari reminder tidak seburuk itu. Bahwa ketulusan bisa diperoleh kapan saja
tanpa mengurangi keberkahannya.
“Aamiin…”
Bahwa akan
ada definisi kebaikan yang baru dari kalian, yaitu kebaikan adalah sikap
mengucapkan do’a kepada orang lain yang bahkan tidak mengingat ulang tahun
orang yang mengucapkan do’a tersebut.
Seperti hari
ini, ketika rencana rahasia seorang teman terbongkar dengan lucu. Ketika saya
bahkan 12 jam beraktivitas di luar rumah hari ini. Ketika bahkan saya sangat
lupa untuk menyediakan waktu bagi mereka yang berdefinisi kebaikan seperti
tadi. Saya hanya teringat untuk tidak mengharapkan apapun, maaf. Tetapi tetap
saja akan ada orang berdefinisi kebaikan yang bermunculan. Mereka adalah
parameter intropeksi. Sedang jutek adalah parameter kebaikan : apakah Anda termasuk orang berdefinisi kebaikan atau tidak.
Terkhusus Anda-Anda,
para korban ketidakpernahan menerima ucapan selamat ulang tahun.
Dua
lembar permintaan maaf,
Kisah
edisi Juni tertanggal 14
Mari jutek,
Mari menundukkan pandangan
: )

0 komentar:
Posting Komentar